Setiap suku di Indonesia memiliki banyak kebudayaan, baik itu kebendaan maupun tak benda. Nyaris di setiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang beragam dan membuat takjub dunia. Maka tak berlebihan jika Indonesia dikatakan sebagai “Pusat Kebudayaan Dunia.” Kali ini, kebudayaan yang akan dibahas berasal dari salah satu provinsi di Indonesia, yakni Sulawesi Selatan.

Selepas kehebatan I La Galigo sebagai epos terpanjang di dunia, maka masyarakat Indonesia, khususnya Sulsel boleh berbangga, pasalnya pakaian tradisional mereka yaitu baju bodo disebut-sebut sebagai salah satu busana tertua di dunia. Penasaran? Yuk simak penjelasannya!

Kalau ditinjau secara etimologi (bahasa), “Baju bodo” itu berasal dari bahasa Makassar, yang terdiri dari dua kata yakni baju danbodo. Baju sendiri artinya pakaian/baju, sementara bodoartinya pendek. Sehingga baju bodo adalah pakaian/baju yang pendek.

Baju bodo dikatakan sebagai busana tertua di dunia merupakan sebuah fakta. Karena merujuk pada bahan dasar pembuatannya, yaitu kain muslin. Kain muslin adalah kain hasil tenunan dari kapas pilihan yang dijalin dengan benang katun, kain ini memiliki rongga.

Dengan kerapatan benang yang renggang, menjadikan kain muslin sangat cocok digunakan di daerah tropis dan beriklim kering. Lantas apa hubungannya dengan busana tertua di dunia?

Faktanya, kain muslin (sebutan orang Eropa) atau maisolos (sebutan orang Yunani Kuno), masalia (sebutan orang India Timur) dan ruhm (sebutan Arab), banyak amat nama kain muslin ya, maklumlah karena kain ini sangat terkenal di penjuru dunia. Nah, kain muslin tercatat pertama kali dibuat dan diperdagangkan di Kota Dhaka, Bangladesh.

Hal ini merujuk pada catatan seorang pedagang Arab bernama Sulaiman pada abad IX. Sementara Marco Polo, tahu enggak Marco Polo itu siapa? Buka lagi buku sejarah kalian ya! Marco Polo adalah seorang pedagang dan penjelajah Italia yang pernah menyusuri Jalan Sutera, termasuk pernah mengunjungi Nusantara (Indonesia).

Marco Polo pada tahun 1298 Masehi dalam bukunya yang berjudul “The Travel of Marco Polo” itu menjelaskan bahwa kain muslin dibuat di Mosul (Irak) dan dijual oleh para pedagang dinamakan “Musolini” atau muslin.

Kembali lagi ke baju bodo, uniknya dan yang menjadi alasan baju bodo sebagai busana tertua di dunia karena masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya suku Makassar lebih dahulu mengenal dan mengenakan jenis kain ini dibandingkan masyarakat Eropa. Tercatat, masyarakat Eropa baru mengenalnya pada abad XVII (abad 17) serta baru populer di Prancis pada abad XVIII (abad 18).

Cantiknya Wanita Makassar berbaju bodo (gambar dari insannews.net)

Kalau kita berbicara baju bodo tentu tidak bisa lepas dari masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya suku Makassar sebagai suku asal baju bodo. Kepopuleran baju bodo di masa lampau membuat banyak suku lain di Sulawesi Selatan yang turut menjadikan baju bodo sebagai pakaian tradisional mereka, misalnya saja suku Bugis, yang kemudian menamainya baju tokko.

VIDEO PILIHAN